Lazio menang 3-1 atas Roma

138
Gelandang Lazio, Marco Parolo (kanan), berusaha menggiring bola melewati hadangan pemain Atalanta, Andrea Conti (kiri), dalam laga lanjutan Liga Italia Seri A di Stadion Olimpico, Roma, Italia, (istimewa)

PSSI JATIM – Harapan AS Roma pada perburuan gelar juara Liga Italia menguap pada Minggu ketika mereka kalah 1-3 dari rival abadinya Lazio, meski mendapatkan penalti kontroversial yang membayang-bayangi pertandingan ini.

Wasit Daniele Orsato menunjuk titik putih setelah Kevin Strootman terjatuh di kotak penalti Lazio, namun tayangan-tayangan ulang memperlihatkan bahwa pemain Belanda itu tidak disentuh oleh pemain Lazio manapun.

Strootman menyentuh bola satu kali, berputar, dan kemudian terjatuh di kotak penalti meski tidak jelas apakah ia menjatuhkan diri dengan sengaja atau ia hanya berusaha untuk menghindari tekel dari pemain Lazio Wallace.

Daniele De Rossi mengonversi penalti pada menit ke-45 untuk membatalkan gol pembukaan Lazio yang dibukukan Keita Diao pada menit ke-12, di tengah protes dari para pemain lawan.

Tim peringkat keempat Lazio merestorasi apa yang mereka lihat sebagai keadilan ketika Dusan mencetak gol dengan tembakan yang terdefleksi pada menit kelima babak kedua, dan Keita menyelesaikan serangan balik mematikan untuk melengkapi kemenangan dengan gol keduanya di pertandingan ini.

Kekalahan tim peringkat kedua Roma membuat mereka tertinggal sembilan angka dari pemuncak klasemen Juventus dengan empat pertandingan tersisa untuk dimainkan. Juve mengoleksi 84 angka, sedangkan Roma 71 angka, Napoli 71 angka, dan Lazio, yang secara virtual telah mengamankan tiket ke Liga Europa, memiliki 67 angka.

Ini merupakan kemenangan perdana Lazio atas Roma di liga sejak November 2012, laju sebanyak tujuh pertandingan.

Roma memasukkan Francesco Totti (40) untuk 20 menit terakhir untuk apa yang dapat menjadi “derby” terakhirnya, jika ia tidak memperbarui kontraknya pada akhir musim.

Pelatih Lazio Simeone Inzaghi mengatakan bahwa wasit telah mengakui bahwa dirinya membuat keputusan yang keliru pada masa pergantian babak.

“Ia mengakui dirinya melakukan kesalahan saat turun minum dan kami menerimanya,” ucapnya kepada para pewarta. “Tentu saja, lebih mudah untuk menerima kesalahan-kesalahan ketika Anda memenangi pertandingan.”

“Orsato, bersama dengan Nicola Rizzoli, merupakan wasit terbaik di Italia,” ucapnya, menambahi bahwa setiap orang pernah melakukan kesalahan.

“Saya juga menyia-nyiakan banyak gol ketika saya masih menjadi pemain.”

Antonio Ruediger melengkapi penderitaan Roma ketika ia diusir keluar lapangan menjelang pertandingan usai.

Palermo yang terancam degradasi, yang akan segera turun ke divisi di bawah jika mereka kalah dari Fiorentina, namun mereka justru mampu menghindari ancaman itu dengan kemenangan 2-0 atas “Tim Ungu.”

Alessandro Diamanti membawa tim Sisilia itu memimpin melalui tendangan bebasnya pada babak pertama, dan Haitam Aleesami mencetak gol kedua pada fase akhir pertandingan setelah melakukan laju yang brilian.

Palermo, yang unggul satu posisi di atas posisi juru kunci dan memiliki pelatih kelimanya musim ini, memiliki 19 angka, meski mereka masih tertinggal sepuluh angka dari Empoli dan zona aman.

Empoli, yang menghuni peringkat ke-17, berada dalam bahaya ketika mereka kalah 1-3 dari Sassuolo, membuat mereka unggul empat angka atas Crotone yang menahan imbang AC Milan dengan skor 1-1.

Marcello Trotta membawa Crotone memimpin pada menit kedelapan dan tim peringkat keenam Milan memerlukan gol dari bek Gabriel Paletta pada awal babak kedua untuk mengamankan satu angka.

Chievo menang 2-1 di markas Genoa, Bologna menang 4-0 atas Udinese dan Cagliari menaklukkan Pescara yang sudah pasti terdegradasi dengan skor 1-0, demikian dilansir Reuters.

Filosofi Sepak Bola Indonesia

Dua Calon Bakal Bertarung Jadi Ketua Askot...

Empat Pilar Program PSSI Jatim 2018

Kongres di Batu, Asprov PSSI Jatim Susun...

KN PSSI Jatim Akan Panggil 30 Klub...

Menang Adu Penalti, Blitar United Jawara Liga...